Langsung ke konten utama

“KASIH SAYANG ORANG TUA”


Terkadang tanpa sadar kita melupakan begitu saja  sikap, perbuatan  dan perlakuan kita kepada orang lain atau kepada saudara kita atau mungkin kepada  orang yang berjasa dalam  melahirkan  kita  di dunia ini yaitu  ibu dan  bapak kita. Terkadang kita memperlakukan  ibu kita ibarat seorang pembantu yang dengan entengnya tanpa dosa kita menyuruh  beliau untuk untuk melayani semua kebutuhan, mulai dari mencuci pakaian dan menyiapkan makan. Tanpa kita sadari kerkadang kita membentak dan marah kepada orang tua kita kalau apa yang mereka lakukan tidak sesuai dengan harapan kita pada itu adalah dosa besar.
Bapak dan ibu adalah dua sosok yang seharusnya kita muliakan, kita hormati dan kita perlakukan bak laksana seorang raja dan permaisurinya. Yang kita siap sebeliau membantu meringankan  beban hidupnya, meringankan pekerjaannya bukan malah sebaliknya kita membuat mereka seolah-olah tak berhenti bekerja. Dikala kita masih dikandungan mereka dengan ikhlas merawat kita, membawa kita kemanapun mereka pergi walupun dengan beban yang sangat berat. Belum lagi   ketika mau melahirkanpun  seorang ibu berjuang antara hidup dan mati untuk bisa melahirkan kita ke dunia ini.
Setelah lahir dengan selamat kitapun disambut dengan riang gembira, tanpa merasakan lagi sakit yang amat sangat. Seolah-olah sakit yang baru saja ia rasakan sudah sembuh dengan kehadiran kita. Belum lagi kekhawatiran kedua orang tua kita ketika usia kita menginjak dewasa merekapun dengan susah payah mencarikan uang untuk menyekolahkan kita bila perlu mencarikan lembaga  pendidikan yang favorit atau yang bisa membuat kehidupan kita  lebih baik dari kehidupan yang sedang mereka jalani saat ini.
Bahkan untuk seorang anaknya seorang ibu atau ayah rela untuk mengorbankan semua harta bendanya dikala kita sakit atau  disaat kita membutuhkan  uang  untuk melanjutkan sekolah, mereka dengan rela menjual harta benda yang mereka miliki, agar anaknya bisa menjadi  sukses dan berhasil.
Begitu besar pengorbanan orang tua kepada kita tapi balasan bagi mereka  malah sebaliknya.  Benarlah  apa yang dikatakan   Peribahasa  “ air susu dibalas dengan air tuba”. Ayah dan ibu kita menyayangi kita sepenuh hati tapi kita menyanginya separoh hati.. Padahal kita bisa membalas budi kepada orang tua kita….?!  mana susu yang kita minum yang diberikan oleh ibu kita dengan ikhlas tanpa minta imbalan sedikitpun..?! mana bubur yang selalu kita makan setiap hari, mana baju yang kita pakai setiap hari, mana uang sekolah dan   uang  jajan yang kita pakai untuk kesenangan kita dan mana  ….(masih banyak lagi) yang seandainya bapak ibu kita minta imbalan itu tentu kita tidak bisa membalasnya walaupun dengan uang banyak sekalipun.
Bagi orang tua, anak merupakan harta yang paling bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Oleh karena itu, orang tua melakukan berbagai upaya untuk keberhasilan anak-anaknya, apapun yang dilakukan oleh orang tua pada ujungnya adalah untuk kebahagiaan anak-anaknya. Upaya orang tua untuk keberhasilan anak, mereka rela berkorban jiwa raganya untuk mencarikan biaya dan berdoa siang malam untuk keselamatan dan keberhasilan dambaan hatinya. Disinilah kita perlu memahami perjuangan yang mendalam terhadap pengorbanan orang tua. Dengan jalan perenungan pada saat dimana orang tua sedang beraktifitas dibawah teriknya matahari, dapat kita bayangkan “orang tuanya petani pasti disibukkan oleh ladang dan cangkulnya, guru disibukan oleh murid dan kenakalannya, pegawai pasti disibukkan oleh tugas dan dimarahi atasannya dan orang tuanya pedagang disibukan oleh barang perniagaan dan untung maupun kerugianya.
Jerih payah orang tua yang diperoleh dengan kerja keras tersebut dikirimkan untuk keperluan biaya sekolah, biaya untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan sering sebagian orang tua terpaksa menjual berbagai harta yang dimilikinya untuk mampu membiayai berbagai kebutuhan anaknya untuk melanjutkan pendidikan guna meningkatkan kualitas taraf hidupnya.

Sebagian orang tua tidak mengharapkan apapun dari perjuangan yang dilakukannya, tetapi hanya sebuah kebanggaan baginya karena sudah mampu mendidik anak-anaknya lebih sukses darinya. Walau sebagaian petani, jika anaknya sudah sarjana dan sukses, tetap menjadi petani dan pekerja bangunan pun juga seperti itu.

Waktu kamu berumur 1 tahun beliau menyuapi dan memandikanmu, sebagai balasannya
kau menangis sepanjang malam...
Waktu kamu berumur 2 tahun beliau mengajarimu cara berjalan,sebagai balasannya kau kabur saat beliau memanggilmu...
Waktu kamu berumur 4 tahun beliau memberimu pensil untuk mewarnai, sebagai balasannya
kau corat coret dinding rumah dan meja makan...
Waktu kamu berumur 7 tahun beliau memberikanmu bola, sebagai balasannya kau lemparkan bola ke jendela tetangga...
Waktu kamu berumur 10 tahun beliau mengantarkanmu ke mana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun, sebagai balasannya kau bermain asyik dengan temanmu sampai tidak mendengar panggilan orang tuamu…
Waktu kamu berumur 13 tahun beliau menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya, sebagai balasannya kau bilang “mama tidak tahu mode…”
Waktu kamu berumur 15 tahun beliau pulang kerja ingin memelukmu, sebagai balasannya
kau kunci pintu kamarmu
Waktu kamu berumur 18 tahun beliau menangis terharu ketika kamu lulus SMA, sebagai balasannya kau berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi...
Waktu kamu berumur 19 tahun beliau membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama, sebagai balasannya kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang
agar tidak malu sama teman-teman karena orang tuamu jelek...
Waktu kamu berumur 20 tahun beliau bertanya “Dari mana saja seharian ini?” sebagai balasannya kau menjawab “Ah cerewet amat sih mau tau aja urusan anak muda”...
Waktu kamu berumur 25 tahun beliau membantumu membiayai pernikahanmu, sebagai balasannya kau pindah ke kota lain menjauhi orang tuamu...
Waktu kamu berumur 30 tahun beliau memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu,
sebagai balasannya kau katakan “Sekarang zamannya sudah beda, Ma…”
Waktu kamu sudah jadi orang sukses beliau menelponmu untuk beliauntar ke acara syukuran salah satu saudara dekatmu, sebagai balasannya kau jawab “Aku sibuk sekali, banyak kerjaan kantor, Ma…”
Waktu kamu berumur 35 tahun beliau sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu, sebagai balasannya kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya...
Dan hingga suatu hari beliau meninggal dunia dengan tenang, dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan GODAM...

Cobalah katakan pada dirimu, cobalah renungkan.
Beberapa tahun lalu saat kita dikandung oleh orang tua, betapa bahagia mereka, mengharap anak yang akan lahir adalah anak yang berbakti dan selalu sayang kepadanya.
Tapi coba renungkan, apakah kita begitu?
Saat melahirkan kita, orang tua kita merasakan sakit yang amat sangat, menangis kesakitan, antara hidup dan mati.bahkan mungkin jika diberi pilihan oleh tuhan antara menyelamatkan nyawanya atau nyawa bayinya, pastilah ia akan memilih menyelamatkan bayinya, ibu memberikan kita asi waktu bay1, menahan derita menggendong kita seharian.
Tapi apa????apakah kita saat ini cuma melihat beliau dengan penderitaannya, mencaci makinya, melawannya, mengacuhkannya…
Coba renungkan…
Sekarang apa balasan kita?????
Saya juga pernah berkata yang tidak baik pada orang tua saya, membentak, kata-kata kasar,ejekan.hampir semua anak pernah melakukannya..

RENUNGILAH SEJENAK

Pernahkah kita tahu…
Setiap malam orang tua kita, ibu kita terbangun tengah malam dan menangis di bantalnya, menangis oleh kata kata kita yang terlalu menyakitinya????
Sadarkah kita saat kita membentak ibu kita, ternyata mereka sangat sabar, namun di belakang mereka merasakan perih di hati mereka, tangisan lirih.
Saat kita pergi meninggalkan mereka karena marah… orang tua kita sangatlah sedih.. mereka akan menyesali diri mereka, baikkah itu?
Coba renungkan anak mana yang mau melihat orang tua mereka menangis?
Mungkin kita tak pernah mau memikirkan kepedihan yang dirasakan oleh ibu kita.
Saat kita marah, saat kita meninggalkan rumah.. ibu kita akan menangis.
Baikkah itu?senangkah kalian?anak mana yang senang membuat orangtua mereka menangis, membuat orang tua merasa sangat tak berharga hanya karena kata – kata dan kelakuan anak mereka????

RENUNGKANLAH!!!!

Mungkin saat ini beliau masih ada, masih sehat. Dan saat ini mungkin kamu sedang menuntut pendidikan, jauh dari orangtua. yang membuatnya sedih
Tetapi rennungkanlah ketika kita pulang dan yang kita temui adalah sosok yang telah terbujur kaku, kita tak lagi merasakan kasih sayangnya, yang kita temui hanyalah sebuah nisan…
masihkah kita ingin menyakiti hati mereka, membuat mereka menangis karena anaknya yang selalu membentaknya, meninggalkannya dalam kemarahan??
Mungkin saat ini kita sedang bahagia, jauh dari orang tua kita? Tapi pernahkah kita berpikir, apakah orang tua saya juga disana bahagia?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara menggunakan aplikasi CBT mirip UNBK

UNBK adalah ujian akhir sekolah yang berbasis komputer, sehingga anak tidak perlu menebalkan atau melingkari jawaban menggunakan pensil dan kertas tetapi cukup menyelesaikan menggunakan komputer yang sudah terhubung ke sebuah server. awal april nanti adalah ujian akhir bagi jenjang sma/smk untuk itu kali ini akan saya bahas tentang aplikasi gratis yang mirip dengan UNBK dari kementerian yang bisa kita terapkan untuk percobaan atau latihan anak nanti supaya bisa lebih terbiasa dengan ujian berbasis komputer. aplikasi ini saya ambil dari situs tuwagapat.com yang diberi nama beesmart. untuk aplikasi php nya bisa di unduh  disini alhamdulilah aplikasi ini di bebaskan oleh empunya untuk di pakai untuk ujian karena misi mereka adalah membantu pendidikan anak supaya lebih menyenangkan dan pendidikan yang merata, berikut cara memasang pada os windows menggunakan localhost xampp Setelah terdownload kita bisa Masukkan file tadi ke C:\xampp\htdocs\ Setelah xampp akti...

IMNASIS WIDATRI - 24